Selamat datang di Web ini,

Cerita Rakyat ini dipersembahkan agar kita mengetahui adat-istiadat. banyak kelemahan dan kekurangan. Web ini sub Domain Dari LangsaT Borneo.
Pencerahan dan saran pendapat silahkan kirim email ke whyank@gmail.com

Senin, 13 Juni 2011

Sekilas Tentang Suku Dayak Bakumpai

Suku Dayak Bakumpai

Suku Bakumpai atau Dayak Bakumpai adalah suku asli yang mendiami sepanjang tepian daerah aliran sungai Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yaitu dari kota Marabahan, Barito Kuala sampai kota Puruk Cahu, Murung Raya. Suku Bakumpai berasal bagian hulu dari bekas Distrik Bakumpai sedangkan di bagian hilirnya a...dalah pemukiman orang Barangas (Baraki). Sebelah utara (hulu) dari wilayah bekas Distrik Bakumpai adalah wilayah Distrik Mangkatip (Mengkatib) merupakan pemukiman suku Dayak Bara Dia atau Suku Dayak Mangkatip. Suku Bakumpai maupun suku Mangkatip merupakan keturunan suku Dayak Ngaju dari Tanah Dayak.

Menurut situs "Joshua Project" suku Bakumpai berjumlah 41.000 jiwa.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Suku Dayak Bakumpai

Jumlah populasi: kurang lebih 41.000.

Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan:

Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan: 20.609 (2000), Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur

Bahasa: Bakumpai, Dayak Ngaju, Melayu Banjar, Indonesia

Agama: Islam

Kelompok etnis terdekat: Dayak Ngaju, Banjar

Populasi suku Bakumpai di Kalimantan Selatan pada sensus penduduk tahun 2000 oleh Badan Pusat Statistik berjumlah 20.609 jiwa. Di Kalimantan Selatan, suku Bakumpai terbanyak terdapat di kabupaten Barito Kuala sejumlah 18.892 jiwa (tahun 2000).

Kabupaten yang terdapat suku Bakumpai: Barito Kuala (kecamatan Bakumpai, Tabukan dan Kuripan), Barito Selatan, Barito Utara, Murung Raya, Katingan, berupa enclave

Sebagian suku Bakumpai bermigrasi dari hulu sungai Barito menuju hulu sungai Mahakam, yaitu ke Long Iram, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Hampir seluruh suku Bakumpai beragama Islam dan relatif sudah tidak nampak religi suku seperti pada kebanyakan suku Dayak (Kaharingan). Upacara adat yang berkaitan dengan sisa-sisa kepercayaan lama, misalnya ritual "Badewa" dan "Manyanggar Lebu".

Menurut Tjilik Riwut, Suku Dayak Bakumpai merupakan suku kekeluargaan yang termasuk golongan suku (kecil) Dayak Ngaju. Suku Dayak Ngaju merupakan salah satu dari 4 suku kecil bagian dari suku besar (rumpun) yang juga dinamakan Dayak Ngaju (Ot Danum).

Mungkin adapula yang menamakan rumpun suku ini dengan nama rumpun Dayak Ot Danum. Penamaan ini juga dapat dipakai, sebab menurut Tjilik Riwut, suku Dayak Ngaju merupakan keturunan dari Dayak Ot Danum yang tinggal atau berasal dari hulu sungai-sungai yang terdapat di kawasan ini, tetapi sudah mengalami perubahan bahasa. Jadi suku Ot Danum merupakan induk suku, tetapi suku Dayak Ngaju merupakan suku yang dominan di kawasan ini.

Silsilah suku Bakumpai;

Suku Dayak (suku asal), terbagi suku besar (rumpun):

Dayak Laut (Iban)

Dayak Darat

Dayak Apo Kayan / Kenyah-Bahau

Dayak Murut

Dayak Ngaju / Ot Danum, terbagi 4 suku kecil:

Dayak Maanyan

Dayak Lawangan

Dayak Dusun

Dayak Ngaju, terbagi beberapa suku kekeluargaan :

Dayak Bakumpai, dan lain-lain

Perbandingan hubungan suku Bakumpai dengan suku Dayak Ngaju, seperti hubungan suku Tengger dengan suku Jawa. Suku Dayak Ngaju merupakan suku induk bagi suku Bakumpai.

Suku Bakumpai banyak mendapat pengaruh budaya Banjar dan bahasa Banjar. Ada pula yang menamakan bahasa Bakumpai sebagai bahasa Banjar Bakumpai . Dalam penelitian mengenai ragam bahasa Melayu, Bahasa Banjar disebut Bahasa Melayu Banjar dan bahasa Bakumpai disebut Bahasa Banjar Bakumpai.

Perbandingan Bahasa Bakumpai Dengan Bahasa Dayak Ngaju

Jida ( Bakumpai ) Dia ( Ngjau ) : Tidak

Beken ( Bakumpai) Beken ( Ngjau ): Bukan

Pai ( Bakumpai ) Pai ( Ngaju) : Kaki

kueh ( Bakumpai ) Kueh ( Ngaju) : mana

si-kueh ( Bakumpai) bara-kueh (ngaju) : darimana

Hetuh ( Bakumpai) Hetuh (ngaju) : Sini

si-Hetuh(bakumpai) Intu-Hetuh (ngaju) disini

Bara ( Bakumpai) Bara (ngaju) : dari

Kejaw ( Bakumpai) Kejaw ( Ngaju): Jauh

Tukep / Parak (bakumpai) Tukep ( ngaju): dekat

Kuman ( Bakumpai) Kuman (Ngaju) : Makan

Mihup ( bakumpai)Mihop (ngaju) : minum

Contoh kalimat: Si kueh asal lebu uluh bakumpai te? (Bakumpai) Bara kueh asal kewu oloh bakumpai te? ( Ngaju) Darimana Asal daerah orang bakumpai itu

Melihat perbandingan diatas dan kondisi riil yang ada di daerah pemukiman suku Bakumpai di sepanjang sunagi barito, kapuas, katingan dan mahakam, dapat dikatakan bahwa 90% orang bakumpai mengakui bahwa asal musala mereka daru Suku Dayak Ngaju. Tetapi perkembangan sejarah dan agamalah, terutama Agama Islam yang mayoritas mereka peluk, yang menyebabkan mereka lebih suka disebut suku bakumpai saja, tanpa menyebutkan Dayak. hal itu dikarenakan suku dayak yang lain masih memeluk agama tradisi atau agama lainnya.

Organisasi suku Bakumpai yaitu "Kerukunan Keluarga Bakumpai" (KKB)

Populasi Suku Bangsa Bakumpai

Populasi suku Bakumpai diperkirakan sebagai berikut :

20.609 di Propinsi Kalimantan Selatan (BPS - sensus th. 2000)

20.000 di Propinsi Kalimantan Tengah

1.000 di Propinsi Kalimantan Timur (Long Iram, Kutai Barat)

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), populasi suku Bakumpai di Kalimantan Selatan berjumlah 20.609 jiwa, yang terdistribusi pada beberapa kabupaten dan kota, yaitu :

32 jiwa di kabupaten Tanah Laut

397 jiwa di kabupaten Kota Baru (termasuk Tanah Bumbu)

34 jiwa di kabupaten Banjar

18.892 jiwa di kabupaten Barito Kuala

12 jiwa di kabupaten Tapin

3 jiwa di kabupaten Hulu Sungai Selatan

23 jiwa di kabupaten Hulu Sungai Tengah

42 jiwa di kabupaten Hulu Sungai Utara (termasuk Balangan)

41 jiwa di kabupaten Tabalong

1.048 jiwa di kota Banjarmasin

85 jiwa di kota Banjarbaru

Tokoh-tokoh dan peranan

Panglima Wangkang, panglima Dayak di Barito Kuala dalam Perang Banjar.

Pambakal Kendet (Damang Kendet), ayah dari Panglima Wangkang, pejuang melawan terhadap kolonial Belanda di daerah Bakumpai, Barito Kuala.

Tumenggung Surapati, adalah Panglima Dayak dari garis keturunan Dayak Siang yang menumpas Belanda dan menenggelamkan kapal Perang Onrust di desa Lontotur Barito Utara. Tumenggung Surapati adalah penerus perjuangan dalam perang Banjar dibawah pimpinan Pangeran Antasari, tetapi Perang yang dipimpin Surapati jauh lebih dahsyat dengan apa yang lebih dikenal Perang Barito tahun 1896 (...) Bangkai kapal perang Onrust masih ada sebagai bukti dari sejarah perlawanan orang-orang Dayak di bumi Kalimantan.

KH. Hassan Basri, Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia, bersal dari suku bakumpai, dari orang tua yang bersal dari Muara Teweh ( kalimanatan Tengah) dan Marabahan (Kalimantan Selatan).

Oleh : John Kenedy Bucek (BHT'02)

Sumber…..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar