Selamat datang di Web ini,

Cerita Rakyat ini dipersembahkan agar kita mengetahui adat-istiadat. banyak kelemahan dan kekurangan. Web ini sub Domain Dari LangsaT Borneo.
Pencerahan dan saran pendapat silahkan kirim email ke whyank@gmail.com

Selasa, 14 Juni 2011

"Legenda Kumbang Bernaung, Cerita Rakyat Barito Selatan, Kalimantan Tengah"

Oleh : John Kenedy Bucek [BHT'02]

Dusun Sanggu adalah perkampungan kecil di tepi danau. Di pinggiran hutan di tepi dusun ini hidup sebuah keluarga yang sangat sederhana. Keluarga ini hanya memiliki anak tunggal, berjenis kelamin laki-laki bernama Kumbang Bernaung.

Kehidupan kelurga Kumbang Bernaung adalah bercocok tanam, mencari ikan di sungai dan dana...u serta berburu untuk memenuhi kebutuhan daging. Dengan demikian kehidupan yang berjalan adalah kehidupan yang sangat bersahaja dan sangat mengandalkan kemurahan alam. Meskipun begitu kehidupan mereka berjalan sangat memuaskan, alami dan sangat berkecukupan karena kekayaan alam sangatlah melimpah mencukupi kebutuhan.

Kumbang Bernaung adalah anak yang patuh kepada orang tuanya. Anak ini tumbuh menjadi lelaki muda yang gagah, tampan dan bersahaja. Lamban laun anak muda ini merasakan perubahan besar dalam dirinya sehingga mulai merasakan apa arti kehidupan. Singkat kata, mulailah dia menginjak awal masa remaja.

Pada suatu ketika tersiarlah kabar bahwa di dusun tetangga akan diadakan pesta pertunjukan. Karena kabar gembira itu banyak dibicarakan orang maka sampai pula beritanya kepada Kumbang Bernaung di ujung kampung.

Tatkala waktu pertunjukan telah tiba, Kumbang pun memohon izin kepada kedua orang tuanya. Ternyata kedua orang tuanya mengizinkannya pergi ke dusun seberang. Singkat kisah, sampailah Kumbang ke kampung tetangga. Apa yang terjadi? Ternyata kedatangannya membuat banyak mata memperhatikannya. Penampilannya sebagai pemuda lusuh dan orang miskin yang hidup di ujung kampung, telah membuatnya hadir sebagai pemuda paling hina dibanding kebanyakan pemuda. Artinya dialah pemudah paling susah diantara pengunjung yang hadir. Sedih hatinya mendapati kenyataan yang kurang menyenangkan. Meskipun begitu tetap saja dia berkeras bertahan di arena pertunjukan karena belum pernah menyaksikan sebelumnya.

Pertunjukan pun dimulai sudah. Sangat banyak yang menyaksikan atraksi kebudayaan itu. Hiruk pikuk anak-anak, orang tua dan para pemuda dari beberapa kampung tetangga. Gembira ria suasananya.

Karena kegiatan semacam ini sangat menyenangkan maka terhiburlah seluruh penikmat yang hadir. Bergembiralah semua orang. Kumbang Bernaung pun sangat girang rasa hatinya. Namun tanpa diduga tanpa dinyana, nuansa kegembiraan itu justru menimbulkan suasana lain yang luar biasa bagi Kumbang Bernaung. Disaat pertunjukan sedang meriah, saat itulah matanya menyasar mata lain di ujung berbeda. Tanpa sengaja mata itu menemukan ketertarikan lain disisi panggung budaya. Terpana si Kumbang muda menyaksikannya. Apa obyek baru yang memalingkannya dari pesta? Wanita! Ternyata wanita dan wanita. Saat itu juga mata Kumbang berpaling kepadanya. Apa mau dikata, wanita membuatnya terpesona luar biasa. Nganga-nganga...!

Pesta telah membuat Kumbang Bernaung penasaran luar biasa. Siapa gerangan wanita muda yang baru dilihatnya? Di kampung ini atau dari dukuh manakah dia berasal? Sungguh penasaran hati itu dibuatnya. Singkat kisah pendek cerita, pulanglah Kumbang Bernaung dengan membawa penasaran yang luar biasa.

Kedewasaan yang mulai tumbuh dan kenangan menonton pesta telah membuat tabiat Kumbang berubah. Dia yang selama ini dikenal riang dan patuh kepada orang tua, mulai suka melamun dan bersikap berontak. Dia yang dikenal penurut dan santun, telah berubah menjadi ketus dan asal bicara. Pokoknya sejak kepergiannya ke pertunjukan kampung sebelah, Kumbang Bernaung berubah drastis ibarat putih menjadi hitam. Drastis luar biasa.

Berselang beberapa minggu Kumbang Bernaung memutuskan pergi mencari gadis yang telah memikat hatinya. Bayang-bayang gadis itu mulai membuatnya gila. Apa mau dikata, tekadnya sudah bulat mencari tambatan hatinya. Maka berangkatlah dia ke kampung seberang.

Sesampainya disana maka ditanyainya siapa pun yang ditemui. Perlahan tapi pasti akhirnya ciri-ciri gadis yang memikatnya dikenali orang tempatnya bertanya. Kesimpulannya didapatilah informasi tentang gadis itu seutuhnya. Yang pasti gadis itu Intan namanya.

Karena Kumbang Bernaung mulai tergolong anak muda yang nekad maka tanpa ragu didatangi gadis itu. Lalu tanpa bahasa indah atau pantun seloka, dinyatakannya perasaan cintanya apa adanya. Hasilnya? Apa hendak dikata, keduanya pun dapat berkenalan tanpa hambatan berarti. Entah siapa yang bodoh dan siapa yang cerdik, gadis itu menerima uluran tangan si Kumbang papa. Apa daya, jadilah mereka sepasang pemuda yang saling jatuh cinta.

Karena Kumbang Bernaung terlalu sering pergi-pulang ke kampung tetangga dan melalaikan rutinitasnya maka akhirnya dia berterus terang kepada kedua orang tuanya. Dia menyatakan diri telah dewasa dan berniat meminang Intan menjadi istrinya. Tanpa banyak kata kedua orang tua Kumbang menyetujui keinginan anak mereka. Namun mereka tetap menekankan kemiskinan hidup sebagai cermin mata bagi anaknya. Maka dengan membawa restu orang tua itulah Kumbang pun memberanikan diri menemui orang tua Intan dan melamar anak mereka.

Pada akhirnya lamaran Kumbang Bernaung ditolak orang tua Intan. Penolakan ini membuat Kumbang Bernaung sedih. Dia merasa sangat kecewa. Hatinya langsung merasa hampa. Dunia yang terang benderang terasa gelap seketika. Perasaan girang yang telah terbina tiba-tiba musnah dan menghadirkan rasa putus asa. Hampir saja Kumbang mengambil keputusan fatal sekiranya tidak mengingat Intan yang juga berduka atas keputusan orang tuanya. Ternyata penerimaan wanita itu atas perasaannya masih sanggup membuatnya bertahan menggantungkan asa.

Lantaran suasana tidak mendukung maka Kumbang Bernaung sangat sulit memperjuangkan cintanya. Dia sangat kecewa atas kenyatan yang ada. Bagai manapun juga, dia dan Intan harus bersusah payah mempertahankan rajutan cinta yang baru dimulai. Inilah cinta yang meminta pengorbanan besar. Apa mau dikata. Jalan cinta yang diharapkan justru berbalik dari harapan. Suasana yang terjadi semakin mempersempit ruang cinta mereka. Karena himpitan itu terasa sangat besar maka timbullah niat untuk kawin lari saja.

Hingga sampai pada suatu malam, Kumbang Bernaung dan Intan memutuskan pergi dari rumah kedua orang tuanya. Mereka membulatkan tekad untuk bersatu membina rumah tangga. Agaknya keputusan mereka sudah sangat teguh dan siap menanggung segala resikonya.

Karenanya kepergian mereka diketahui orang tua Intan maka kepergian itu dicegah. Namun karena cinta sudah benar-benar kokoh maka segala macam rintangan diabaikan. Orang tua tidak ada gunanya bagi mereka. Mereka tetap pergi meninggalkan rumah. Segera mereka lari ke pinggir danau. Segera mereka mencari cara untuk menyeberangi danau. Karena yang ada adalah piring Malawen maka mereka pun berusaha mengarungi air dengan memakai piring sakti itu. Apa yang terjadi? Ternyata piring membesar menjadi perahu. Mereka pun secepatnya meninggalkan orang tua.

Menyaksikan kenekatan kedua anak muda yang sudah sangat luar biasa maka kemarahan orang tua Intan pun semakin luar biasa pula. Maka dengan kemarahan yang sangat besar itulah lalu keluar ucapan sumpah serapah kepada mereka: “Lebih baik kalian menjadi buaya penunggu danau ini daripada menjalani hidup berdua tanpa restu orang tua.”

Tidak lama setelah ucapan berisi itu dilontarkan maka timbullah tiupan angin ribut. Langit pun seketika gelap gulita. Guntur dan petir serta-merta terdengar sambar menyambar membelah angkasa. Hujan lebat datang melanda. Karena teror alam sangat dahsyat mengganggu maka perahu piring sakti terbalik di tengah danau. Dengan demikian kesaktian anak muda dikalahkan oleh tuah kata-kata orang tua. Dan setelah keajaiban singkat itu berhenti seketika, saat itu juga kedua anak muda kasmaran itu berubah wujud menjadi sepasang buaya. Jadilah mereka buaya hitam dan buaya putih penunggu danau. Sedangkan piring Malawen yang mereka tumpangi tenggelam hilang ke dasar danau. Maka dengan dikenalinya legenda ini maka jadilah penamaan danau ini sebagai danau Malawen.

1 komentar:

  1. mantap ceritanya semoga bisa di Filmkan sebagai Legenda Cerita Rakyat DANAU MALAWEN SANGGU,...

    BalasHapus